Senin, 18 Mei 2026

Pustakawan, Peniup Seruling Yang Nyaman Dalam Pingsan?

Oleh : Bambang Haryanto
Anggota Perpustakaan Nasional Berdomisili di Wonogiri

 

Apa pendapat itu justru menakutkan bagi ASN Perpusnas dan pustakawan pada umumnya?

Kalau selama ini pustakawan nyaman berlindung di silonya, baik itu seperti di pelbagai WAG sampai di balik nama lembaganya,  kini individu pustakawan beliau ajak keluar dari "kepompong" dunia kepustakawanannya guna menyapa dan gaul dengan publik. 

Sebagai orang per orang.

Untuk tampil menjadi pemimpin di dunia literasi. 

Dunia literasi Indonesia butuh Anda.

§

"Di luar sana banyak sekali orang-orang yang mendambakan Anda sebagai pemimpin mereka," begitu kata Seth Godin dalam bukunya Tribes : We Need You to Lead Us.

Di era digital, kita relatif mudah jadi pemimpin. "Cheap leader," kata Seth Godin. 

Modalnya akun media sosial dan konsisten berbagi konten yang bermanfaat bagi tribe/suku kita.

Anda ingat dongeng Jerman, Peniup Seruling dari Hamelin? 

Beranikah Anda menirunya, untuk jadi leader? 

Beranikah Anda mendorong mahasiswa JIP untuk hal yang sama?

Dengan bunyi seruling Anda yang memesona, warga akan mengikuti Anda. 

Untuk Anda ajak dan bimbing guna sama-sama menemukan cakrawala baru di ranah literasi untuk kehidupan yang lebih baik bagi mereka. 


§

BTW. Ada alasan praktis saya yang terpaksa ikut ribet membangun personal branding

Di era analog, saya tidak berpikir tentang personal branding. 

Tetapi di era digital ini ketika men-search nama saya di Facebook muncul 620+ nama yang SAMA, maka membangun personal branding (di ranah digital)  menjadi sebuah panggilan untuk berjuang.

Siapa yang ingin bersama saya?

#BH260518

Tidak ada komentar:

Posting Komentar