Tampilkan postingan dengan label jip fsui angkatan 1980. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jip fsui angkatan 1980. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

Bapak Soma, Ibu Soma dan JIP-FSUI Angkatan 1980

Oleh : Bambang Haryanto
Email : jip80fsui (at) gmail.com


Banyak cara untuk mengenang masa lalu. Kemarin harian Kompas memberitahukan di halaman 12. Saat cari detilnya di Google tersaji sebagai berikut :

Ahli Burung dan Sosiolog Raih Habibie Award
Kamis, 10 November 2011 17:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang ahli burung (ornitolog), Prof Dr Soekarja Somadikarta (foto), meraih penghargaan Habibie Award. Lelaki berusia 81 tahun tersebut diberi penghargaan yang telah berusia 13 tahun tersebut atas kontribusinya menjadi peletak dasar ilmu perburungan di Indonesia.

Soma menjadi satu dari dua penerima penghargaan Habibie Award Periode ke XIII Tahun 2011 yang diselenggarakan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (10/11). Satu penerima lainnya adalah seorang Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia, Prof Dr Ir Sajogyo.

Dalam pidato ilmiahnya, Soma menyatakan saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 500 spesies burung. Ia yakin di tahun-tahun mendatang akan terdapat penemuan setidaknya 20 spesies lagi. "Itu minimal. Mungkin lebih banyak lagi," ujar Soma.

Soma sebelumnya telah memperoleh 10 penghargaan prestisius, di antaranya dari National Academy of Sciences-National Research Council (USA) sebagai Visiting Research Associate di Departemen Ornithology, Smithsonian Institution, Washington. Selain itu empat perhimpunan burung internasional yang berwibawa telah mengakui Soma sebagai seorang ornitolog kelas dunia.

Adakah sesuatu yang klik dengan Anda ? Saya, tentu saja. Prof. Soekarja Somadikarta adalah suami dari almarhumah Ibu Lily Koeshartini Soemadikarta. Beliau adalah Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan FSUI ketika saya menjadi mahasiswa, masuk tahun 1980.

Pernah saya ikut semobil dengan Bapak Soma dan Ibu Soma. Siang hari tahun 1985 atau 1986. Kami sama-sama dari kampus Rawamangun menuju gedung Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial di Jl. Prapatan, yayasan yang dipimpin oleh Prof. Selo Soemardjan. Kami bertemu juga dengan para pengajar dari jurusan lain dari UI. Acaranya : merembug agenda membuat tayangan film memperkenalkan ilmu-ilmu sosial untuk disiarkan di TVRI.

Saya mendapat tugas dari Ibu Soma untuk membuat skrip, memilih pemain, dan sekaligus juga main film. Antara lain saya pilih :-) sebagai bintang adalah Bapak Sulistyo Basuki, mBak Threes Emir (Pemred majalah Mode Indonesia),mBak Ir. Jati Wahyuni dari PDII-LIPI,tentu saja Ibu Soma juga.

Di Gedung YIIS itu kami bertukar gagasan. Saat semobil bersama Pak Soma, saya sempat meledek beliau sebagai "profesor wiraswasta." Karena beliau saat itu juga menjabat sebagai Ketua Kopertis. Saya lupa, beliau tertawa atau tidak.

Selamat untuk Prof. Somadikarta atas penghargaan itu.Selamat terus berprestasi dan mengilhami para ilmuwan muda untuk terus berbakti. Saya yakin, Ibu Soma akan ikut berbahagia di alam kelanggengan.

Update 06/3/2012 : Profil Bapak Somadikarta secara lebih komprehensif dan inspiratif telah dimuat di situs Radio BBC Siaran Indonesia. Silakan klik disini.


Kramat Jaya Baru, Jakarta, 11 Nov 2011

Sabtu, 16 Oktober 2010

Ogilvy, JIP FSUI, Rekonstruksi Masa Lalu

Oleh : Bambang Haryanto
Email : jip80fsui (at) gmail.com


Anda mengenal nama David Ogilvy ?
Dia bukan penulis surat pembaca top. Juga bukan pustakawan.
Tetapi sosok yang dikenal sebagai "nabi" periklanan.

Dalam buku yang disebut sebagai kitab suci insan perklanan sampai kini, Confessions of an Advertising Man (1963), Ogilvy menjawab pertanyaan tentang apa saja kelemahan dirinya yang paling parah. Dalam salah satu jawabannya, nomor 3, ia bilang : "Like everyone my age I talk too much about the past. " Seperti halnya orang-orang seusia saya, saya terlalu banyak membicarakan masa lampau.

Ogilvy berkata demikian saat berumur 75.
Saat ini saya berumur 57 tahun.Tetapi rupanya saya sudah sangat sering dan parah terkena "Sindrom Ogilvy" tersebut.

Karena di catatan ini saya akan cerita tentang masa lalu pula. Tahun 1980.
Tepatnya peristiwa yang terjadi pada tanggal 5 September 1980, di Wisma Tamu Universitas Indonesia, Rawamangun, Jakarta Timur. Simak foto berikut ini :

jurusan ilmu perpustakaan,fakultas sastra universitas indonesia,5 september 1980,bambang haryanto,rawamangun,ilmu perpustakaan,pustakawan

Gerakan Lima September 1980. Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia Angkatan 1980 secara resmi diterima sebagai anggota sivitas akademika JIP FSUI dan sekaligus sebagai warga baru profesi pustakawan Indonesia. Seluruh pengajar, alumni pelbagai angkatan dan mahasiswa bersilaturahmi dalam acara Halal Bil-Halal JIP-FSUI yang diselenggarakan tanggal 5 September 1980 di Wisma Tamu Universitas Indonesia, Rawamangun.

Sebagai penceramah dalam acara silaturahmi itu adalah Yusril Ihza Mahendra, mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Filsafat Universitas Indonesia, yang kemudian pernah menjadi Menteri Hukum dan HAM.

Nampak dalam foto (dari kiri) Bapak Karmidi Martoadmodjo (almarhum), Juliana Surya (Angkatan 1979) dan Indira Saraswati (A-1979). Pria berbaju batik di atas teks “Halal” adalah M. Djuhro (A-1980) dan Esmara Suharto (A-1980). Di atas M. Djuhro adalah Nasfudin, petugas perpustakaan JIP-FSUI. Sebelah kiri M. Djuhro (baju putih) adalah Ketua Keluarga Jurusan Ilmu Perpustakaan (KJIP) FSUI, Sugiarto Dakung.

Di atas teks “Bil”, paling atas, Arlima Mulyono (A-1980). Di atas huruf “Lal” dari teks “Halal” (sedang menengok), Subagyo Ramelan (A-1980) dan di atas dia adalah Susanti (A-1980). Sementara oknum berkacamata di sebelah kanannya adalah orang Suruh, Salatiga, Bakhuri Jamaluddin (A-1980).

Di atas huruf “F” dari “FSUI” adalah Haris Nasution (almarhum). Persis di atas Haris adalah Partiningsih (A-1980) dan sebelah kanannya adalah Idrina Idrus (A-1980). Memegang ujung kanan spanduk adalah Hartadi Wibowo (A-1980), di atasnya adalah Yan Husardi (A-1980) dan Zulherman (A-1980). Berjongkok paling kanan, Rizal Saiful-haq (A-1980).

Dan jangan lupa, saking ngebetnya jadi pustakawan, di acara halal bil-halal pun dirinya fanatik membawa-bawa bahan pustaka :-), yang tak lain adalah inisiator blog ini. Ketika teman lainnya berpakaian rapi dan sopan, ia pengin tampil beda : hanya memakai kaos.

Bahkan untuk menandakan ia punya “daya kenang” tertinggi :-( di antara teman seangkatannya, maka dalam foto kenangan ini ia pun secara sengaja memajang dirinya pada posisi teratas : Bambang Haryanto (A-1980).

Foto lebih besar ukurannya dapat Anda klik di sini.


Wonogiri, 16 Oktober 2010